Manfaat buah Petai untuk kesehatan

KawandNews.com. Buah petai terkenal karena aromanya yang tajam dan bagi sebagian orang kurang sedap bahkan mengganggu. Namun, siapa sangka bahwa terdapat manfaat dari buah dengan nama latin Parkia Speciosa ini. Di samping dapat menggugah selera makan bagi penikmatnya, berikut beberapa kandungan/manfaat di balik buah petai :
  • Memperbaiki mood saat PMS (Prementrual Syndrome). Kandungan B6 yang terkandung di dalam buah petai dapat mengatur gula darah dan membantu memperbaiki mood perempuan ketika sedang PMS.
  • Mengatasi Anemia. Anemia atau kekurangan darah dapat di atasi dengan kandungan zat besi yang tinggi yang terdapat pada buah petai.
  • Darah tinggi. Perpaduan antara kandungan Kalium yang tinggi dan kadar gula yang rendah pada buah ini membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Baik untuk penderita sakit maag. Karena teksturnya yang lembut, buah ini adalah satu-satunya buah yang dapat di konsumsi oleh penderita sakit maag dalam keadaan mentah.
  • Depresi. Kandungan Kalium yang tinggi juga membantu mencegah depresi karena dapat menormalkan detak jantung, menyuplai oksigen menuju otak, dan menstabilkan kadar air dalam tubuh.
  • Mengatasi sembelit. Petai kaya serat, sehingga baik untuk mengatasi sembelit dan baik untuk pencernaan.
Demikian beberapa manfaat baik dalam buah petai. Tentu saja semua manfaat tersebut di dapatkan jika petai di konsumsi tidak berlebihan.

(EW).

12:33 | Posted in | Read More »

Gigitan Kucing Bisa Sebabkan Infeksi Tulang dan Persendian

KawandNews.com - Kucing sebagai binatang peliharaan memang lucu dan menggemaskan. Tapi, hati-hatilah dengan gigitan kucing karena ada bakteri di taringnya yang dapat memicu infeksi serius pada tulang dan persendian.

Menurut para ilmuwan, gigitan kecil seekor kucing bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, periksalah ke dokter jika digigit kucing.

Dari catatan para ilmuwan, perempuan paruh baya justru lebih sering digigit kucing dibanding kelompok lainnya. Dari semua kasus gigitan, 30 persen butuh perawatan di rumah sakit dan 60 persen di antaranya membutuhkan operasi pembedahan.


Dari 193 pasien akibat gigitan kucing yang diamati para ilmuwan selama 3 tahun, 57 pasien dirawat di rumah sakit selama rata-rata 3 hari. 38 Pasien butuh operasi untuk membasuh luka dan mengeluarkan jaringan yang terinfeksi, sedangkan beberapa pasien membutuhkan operasi rekonstruksi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Hand Surgery itu juga menemukan bahwa 69 persen korban gigitan kucing adalah perempuan usia 49 tahun. Gigitan pada lengan atau persendian lainnya yang ada di tangan lebih berisiko dibandingkan gigitan di bagian lain.

Menurut para ilmuwan, gigitan kucing dinilai berbahaya karena struktur gigi taringnya yang lebih runcing dibandingkan hewan lain. Bentuk seperti itu membuatnya mampu menyuntikkan bakteri atau kuman lainnya ke jaringan yang lebih dalam di tubuh korbannya.

"Gigi kucing tajam dan bisa menusuk sangat dalam, mereka bisa menanam bakteri di persendian dan tendon atau selubungnya," kata peneliti, Dr. Brian Carlsen. seperti dilansir laman Daily Mail, Minggu (23/3). -ws-

(jpnn.com)

17:32 | Posted in | Read More »

Derita Bayi Tanpa Anus


Padang,Sumatera Barat - Nasib malang dialami oleh Muhammad Syafiq, bayi yang baru berumur tiga bulan ini harus menanggung rasa sakit karena tak memiliki lubang anus. Syafiq hanya bisa menahan sakit, karena semenjak operasi pertama bayi ini cuma bisa membuang air besar melalui usus besarnya.

Keluarga bayi malang sampai saat ini belum tersentuh bantuan dari Pemerintah maupun dermawan. Budi Putra, ayah bayi yang berprofesi sebagai pekerja lepas tidak bisa mengandalkan sepenuhnya dari pendapatan yang ia miliki.

Adapun kelainan ini diketahui saat beranjak umur dua bulan, saat itu sang anak terus menangis siang dan malam karena menahan sakit. Barulah diketahui, bahwa bayi tersebut menderita kelainan pada lubang anusnya.

“Waktu lahir tak tampak adanya kelainan, tetapi setelah jalan umurnya dua bulan, dia setiap siang dan malam selalu menangis, lalu saya periksa ternyata anakku ada kelainan pada lubang anusnya”ujar Risya Oktavia Ibu dari Syafiq saat ditemui dirumahnya kawasan Bypass KM 8 No. 63 Kayu Gadang Padang, Selasa (18/11) pagi.

Ditambahkannya, bayi tersebut telah menjalani operasi pembuatan anus sementara menggunakan usus besar pada perutnya, sementara bayi ini juga harus melakukan operasi sebanyak dua kali lagi, guna mengembalikan lubang anus seperti bayi normal lainnya.

“Di usai tiga bulan dengan dibantu keluarga suami dan juga saya sendiri mengumpulkan dana untuk operasinya, sekitar Rp. 10 juta dan harus dioperasi lagi sebanyak dua kali lagi untuk mengembalikan kepada posisi normalnya”katanya.

Operasi bayi ini tak semudah yang dibayangkan, terutama pada segi biaya yang harus digelontorkan begitu banyak. Operasi pertama saja harus mengeluarkan Rp. 10 juta, dan diperkirakan untuk operasi selanjutnya membutuhkan dana sebesar Rp. 40 juta lagi.

“Iya, kita juga sudah bersusah payah untuk anak ini, untuk operasi kedua dan ketiga, dokter memperkirakan dana yang harus dikeluarkan sebanyak Rp. 40 juta-an”tuturnya.

Sampai saat ini keluarga sang bayi sangat membutuhkan bantuan dari dermawan maupun pemerintah. Melihat biaya yang harus dikeluarkan sangat besar, dan tidak setimpal dengan pendapatan keluarganya.

Apakah Anda Peduli ? (*/KH)

22:45 | Posted in , , , , , , | Read More »


Berita Terbaru


Pasang Iklan disini
Pasang Iklan Teks disini Murah Meriah!!!
KawandNews.com

Pasang Iklan disini
Pasang Iklan Teks disini Murah Meriah!!!
KawandNews.com

Pasang Iklan disini
Pasang Iklan Teks disini Murah Meriah!!!
KawandNews.com

Ads by KawandNews.com

Recently Commented